Bapenda Sulsel Gelar Rapat Tim Pembina Samsat Jelang Opsen PKB dan BBNKB

MAKASSAR – Tim Pembina Samsat Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, PT Jasa Raharja Cabang Sulsel, dan Dirlantas Polda Sulsel menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu, 11 Desember 2024 di Hotel Claro Makassar.

Rapat ini membahas upaya strategis Tim Pembina Samsat Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengoptimalkan pelayanan serta peningkatan kepatuhan masyarakat Sulawesi Selatan dalam membayarkan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Juga dibahas kesiapan Tim Pembina Samsat Sulsel menghadapi tambahan pajak kendaraan yakni opsen PKB dan opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang berlaku 5 Januari 2024 berdasarkan Undang Undang nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan pusat dan daerah.
Rapat dibuka Kepala Bapenda Sulsel Dr. H. Reza Faisal Saleh S.STP., MM., mewakili Gubernur Sulsel yang tak bisa hadir karena harus mengikuti kegiatan lain yang sama pentingnya.

Rapat juga menghadirkan pemateri Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Karsiman S.I.K., M.M dan jajarannya diwakili Kasubdit Regident AKBP Rise Sandiantanti, S.IK dan Kasi STNK Ditlantas Polda Sulsel Kompol Andi Adi Surya, Kacab Jasa Raharja Sulsel M. Iqbal Hasanuddin., S.Sos., M.Si., Awp dan jajarannya, Kabid PAD Bapenda Sulsel Dharmayani Mansur, Kabid TSI A. Satriady Sakka, S.STP., MM serta Pimpinan Divisi Digitalisasi dan Layanan Bank Sulselbar Andryani.

Hadir juga sekretaris dan kepala bidang lingkup Bapenda Sulsel, Kepala UPT Bapenda se-Sulsel, Kasatlantas Polrestabes/Polres se-Sulsel, kanitregident Samsat se-Sulsel, serta pejabat dan staf Bapenda Sulsel yang terkait.

Kepala Bapenda mengatakan, rapat koordinasi ini bertema Pelayanan Prima Samsat Sulsel Mendukung Asta Cita. Asta Cita adalah 8 misi yang diusung Prabowo-Gibran Menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, samsat berkontribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD) Sulsel. Karenanya samsat sangat vital dalam mendukung kegiatan APBD di Sulsel agar berjalan dengan baik.

“Saya mengapresiasi dukungan dan sinergitas Ditlantas Polda Sulsel dan Jasa Raharja dalam pelayanan samsat di Sulsel yang berkontribusi untuk peningkatan PAD Sulsel,” ujarnya.

Ditambahkan, saat ini Samsat Sulsel mendigitalkan pelayanan sesuai dengan tuntutan zaman. Karenanya ia meminta petugas di samsat harus adaptif dalam perbuhan zaman.
Ia juga meminta agar petugas di samsat teliti dalam mengisi data wajib pajak pada aplikasi kesamsatan.

“Kuncinya adalah database. Layanan akan berjalan dengan baik jika didukung dengan database yang baik. Kami minta dukungan aparat kepolisian di samsat dalam mendukung dan melakukan validasi data wajib pajak untuk perbaikan database samsat,” ujarnya.

Ditambahkan, Bapenda Sulsel siap mendukung pelayanan Elektronik Registrasi Identifikasi di Sulsel.
Sementara Kepala Cabang PT jasa Raharja Sulsel M. Iqbal Hasanuddin mengkhawatirkan rendahnya tingat kepatuhan wajib pajak dalam membayar PKB. Ia mengajak Pembina Samsat Sulsel untuk menaikkan kepatuhan wajib pajak di Sulsel.

Ia juga mengajak petugas di samsat melakukan transformasi untuk meningkatkan keterisian dan validasi data wajib pajak di sistem kesamsatan.

“Kita harus meningkatkan validitas identitas wajib pajak serta optimalisasi digitalisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Era Digital yang praktis dan cepat sangat memudahkan banyak orang termasuk urusan membayar pajak kendaraan dan SWDKLLJ secara online,” ujarnya.

Saat ini PKB Sulsel dapat dibayar melalui aplikasi Bapenda Sulsel Mobile, Bank Sulselbar Mobile, Livin Mandiri, Samsat Digital atau SIGNAL, Tokopedia, Link Aja, Go Tagihan, Indomaret, Qris, dan masih banyak lagi.

Wajib pajak dapat melakukan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan atau membayar PKB dan Sumbangan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) tanpa perlu datang ke Kantor Samsat. Cukup melalui aplikasi tersebut.(alim)

Picture of alim tsi

alim tsi

error: Content is protected !!