MAKASSAR – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pedati Sejahtera Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan kinerja positif sepanjang Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-32 yang digelar pada 15 Juni 2026, koperasi membukukan total aset anggota sebesar Rp17,1 miliar dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai Rp1,21 miliar.
Pembina KPRI Pedati Sejahtera, Andi Winarno Eka Putra, mengapresiasi capaian tersebut sekaligus mendorong koperasi untuk memperluas lini bisnis dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Ia berharap koperasi tidak hanya mengelola usaha simpan pinjam, fotokopi, dan pertokoan, tetapi juga mengembangkan usaha baru, termasuk pengelolaan kantin di Kantor Pusat Bapenda Sulsel serta kantin pada 25 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di berbagai daerah.
“Koperasi Bapenda harus masuk ke dunia digital. Jangan hanya konvensional agar pelayanan lebih cepat, transparan, dan mampu mengelola lebih banyak jenis usaha,” ujar Andi Winarno.
Ketua KPRI Pedati Sejahtera, Abd. Malik Ibrahim, dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan bahwa total aset anggota per 31 Desember 2025 mencapai Rp17.106.577.000. Nilai tersebut terdiri atas simpanan pokok sebesar Rp216,3 juta, simpanan wajib Rp14,63 miliar, dan simpanan sukarela Rp2,26 miliar.
Dari sisi kelembagaan, jumlah anggota koperasi pada awal tahun 2025 tercatat sebanyak 568 orang. Selama periode berjalan terdapat 29 anggota baru dan 56 anggota keluar, sehingga jumlah anggota aktif pada akhir tahun menjadi 541 orang. Koperasi juga telah melakukan pembaruan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat standar sebagai bentuk penyesuaian terhadap regulasi terbaru.
Pada sektor usaha, KPRI Pedati Sejahtera mengelola sejumlah unit bisnis yang meliputi usaha simpan pinjam, pertokoan, layanan fotokopi, pembayaran online, serta fasilitas pinjaman sementara bagi anggota.
Sepanjang Tahun Buku 2025, koperasi membukukan pendapatan sebesar Rp3,96 miliar. Kontributor terbesar berasal dari usaha simpan pinjam dengan pendapatan bagi hasil sebesar Rp2,2 miliar, disusul penjualan barang toko sebesar Rp1,75 miliar, serta usaha fotokopi sebesar Rp15,1 juta.
Kinerja tersebut menghasilkan SHU sebesar Rp1.214.770.515. Sesuai ketentuan koperasi, sebanyak 70 persen dari SHU tersebut telah didistribusikan kepada anggota.
Di sisi lain, total pengeluaran koperasi selama Tahun Buku 2025 tercatat sebesar Rp3,81 miliar. Porsi terbesar berasal dari pengembalian aset anggota yang pensiun, meninggal dunia, pindah tugas, maupun melakukan penarikan sebagian simpanan dengan nilai mencapai Rp3,64 miliar.
Selain itu, koperasi juga menunaikan kewajiban pajak sebesar Rp31 juta, mengalokasikan biaya pendidikan, kegiatan sosial, auditor dan konsultan pajak sebesar Rp73,3 juta, serta bantuan lainnya sebesar Rp63,95 juta.
Melalui RAT ke-32 ini, pengurus berharap evaluasi kinerja selama satu tahun terakhir dapat menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas layanan kepada anggota, sekaligus memperluas skala usaha koperasi di masa mendatang.
RAT tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar yang diwakili Kepala Bidang Kelembagaan, Juliaman. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 1.600 koperasi yang terdaftar di Kota Makassar, hanya sekitar 700 unit yang masih aktif beroperasi, termasuk KPRI Pedati Sejahtera Bapenda Sulsel.
Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar telah membentuk inkubator usaha untuk membantu pengembangan UMKM sekaligus memberikan pendampingan kepada koperasi agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan tata kelolanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Andi Isma, menilai KPRI Pedati Sejahtera telah menunjukkan kapasitas sebagai koperasi berskala regional dan layak naik kelas menjadi binaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Koperasi Pedati Sejahtera sudah saatnya naik kelas dan berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi Sulsel karena memiliki anggota yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.(lim)
