MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel meramaikan pameran pembangunan Sulsel Expo 2018 yang resmi dibuka Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Sumarsono di Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (8/8/2018) malam.
Berlangsung selama lima hari hingga 12 Agustus mendatang, kegiatan ini memamerkan seluruh prestasi yang diraih setiap pemerintah kota/kabupaten se-Sulsel dengan membangun stand masing-masing, begitupun dengan instansi-instansi lingkup Pemprov Sulsel. Instansi vertikal dan perusahaan swasta lainnya ikut menampilkan produknya.
Bapenda Sulsel menghadirkan Kedai Samsat yang melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00 malam.
“Selama pameran kami menyiapkan hadiah langsung kepada pelanggan samsat yang membayar pajak kendaraan di CCC. Kami juga menyiapkan beberapa hadiah hiburan berupa, telepon cerdas, televisi, DVD, dan alat elektronik lainnya yang akan diundi di akhir pameran,” kata Sekretaris Bapenda Sulsel Kemal Redindo Syahrul Putra SH MH, Rabu malam.
Ia menambahkan, hadiah langsung tersebut diberikan selama persediaan masih ada. Bapenda yang didukung Bank Sulselbar juga menyiapkan dua unit sepeda yang telah diberikan pengunjung Kedai Samsat karena menjawab pertanyaan Pj Gubernur Sulsel Sumarsono M.DM.
Pameran ini dibuka oleh Sumarsono didampingi Pj Sekda Sulsel Drs H. Tautoto TR M.Si dan Muspida Sulsel. Soni mengatakan, Sulsel Expo merupakan aktualisasi capaian kinerja seluruh pemerintah daerah dan juga bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73.
“Inilah bentuk klarifikasi dan ukuran yang dapat ditunjukkan kinerja yang ada. Sebagai turunan Kabinet Kerja,” ujarnya.
Bahkan Sumarsono memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi ketiga secara nasional. Hal positif ini, kata dia, adalah gambaran kinerja sektor ril pada triwulan pertama tahun anggaran 2018 yang mencapai pertumbuhan hingga 7,41% di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,06%.
Sehingga, capaian ini harus dipertahankan bahkan untuk lebih ditingkatkan ke depannya.
Apalagi lanjutnya, terkait dengan perkembangan pembangunan jangka panjang Sulsel yang diukur dengan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2017 telah mampu mencapai 70,34.
Apabila dicermati, indeks IPM di Sulsel mengalami peningkatan sejak tahun 2010 hingga 2017 lalu.
“Peningkatan nilai IPM tersebut bermakna apa yang kita lakukan bersama, telah berada pada sasaran kebijakan yang tepat dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat,” terang Sumarsono.
Capaian positif lainnya yang menjadi prestasi Sulsel adalah berkurangnya tingkat kemiskinan per bulan Maret 2018 dengan persentase 9,06%. Ditambah lagi, Gini Ratio mencapai 0,397.
“Hal ini menunjukkan semakin meratanya pembangunan di segala bidang dan mempengaruhi peningkatan pendapatan masyarakat yang berdampak pada menurunnya kesenjangan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.(alim)
