Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bapenda Sulsel kembali menegaskan posisinya sebagai daerah terdepan dalam digitalisasi transaksi pemerintah. Selama empat tahun berturut-turut, Sulsel berhasil meraih juara pertama Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat nasional.
Capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi TP2DD se-Sulsel dalam rangka asistensi pengisian Survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Semester II Tahun 2025 yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, di Makassar, Senin, 19 Januari 2026.
Jufri Rahman mengapresiasi peran Bank Indonesia yang konsisten melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi utama terwujudnya tata kelola keuangan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel.
“Komitmen ini telah dibangun melalui penandatanganan nota kesepahaman antara gubernur dan bupati/wali kota yang kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama,” ujar Jufri.
Ia menegaskan, pemungutan pajak secara elektronik menjadi implementasi nyata dari komitmen tersebut sekaligus pilar utama transformasi sistem keuangan daerah.
Dalam arahannya, Sekda Sulsel juga menyampaikan penekanan kebijakan nasional dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Pengarah TP2DD, yang mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan belanja daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan local tax ratio, penguatan kelembagaan, serta efektivitas monitoring dan koordinasi.
Sejalan dengan itu, Pemprov Sulsel mendorong optimalisasi pendapatan daerah melalui intensifikasi pajak yang dibarengi peningkatan kualitas layanan publik. Pemerintah daerah juga diminta menyusun roadmap TP2DD tiga tahun ke depan (2025–2027), mengoptimalkan digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi sesuai karakteristik daerah, meningkatkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah, serta menjadikan ASN sebagai role model digitalisasi melalui pemanfaatan QRIS.
Sementara itu, Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Tri Adi Rianto, menjelaskan bahwa asistensi pengisian Survei IETPD dilakukan secara menyeluruh terhadap transaksi belanja, pendapatan, realisasi keuangan daerah, hingga kendala dan rencana kerja ETPD.
Pendampingan yang dilakukan sejak 2022 tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan status digital pemerintah daerah di Sulsel. Hal ini tercermin dari meningkatnya nilai rata-rata IETPD, naiknya skor minimal, serta menurunnya kesenjangan antar daerah.
“IETPD menjadi variabel strategis dengan bobot 15 persen dalam penilaian Championship TP2DD, dan ini berkontribusi besar terhadap prestasi Sulsel di tingkat nasional,” jelas Tri Adi.
Selain Provinsi Sulsel, Kota Makassar dan Kabupaten Sidenreng Rappang juga meraih juara pertama pada tahun sebelumnya, sementara Kabupaten Luwu konsisten berada di tiga besar. Prestasi program unggulan TP2DD tingkat nasional pun berhasil diraih Provinsi Sulsel dan Kota Makassar pada 2023.
Tri Adi menambahkan, sepanjang 2025 Bank Indonesia telah terlibat dalam 15 High Level Meeting TP2DD yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan digitalisasi daerah.
“Kami mengapresiasi komitmen Pemprov Sulsel dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut demi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(alim)
