Makassar – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan membagikan pengalaman dan kiat sukses dalam pengelolaan digitalisasi pendapatan daerah pada kegiatan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), yang digelar di Makassar, Selasa, 20 Januari 2026.
Tim Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Pelaksana Tugas Kepala Bidang PAD Bapenda Sulsel, M. Irvandi Thamrin, menyampaikan bahwa pihaknya berbagi praktik terbaik, khususnya terkait penginputan dan pelaporan kegiatan TP2DD.
“Bapenda Sulsel hadir untuk membagikan pengalaman dalam penginputan pelaporan kegiatan TP2DD,” ujar Irvandi.
Ia mengungkapkan, Bapenda Sulsel selama empat tahun berturut-turut berhasil meraih juara pertama Championship TP2DD tingkat nasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dalam memperkuat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Capacity building TP2DD ini diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan mempercepat dan memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah dengan fokus pada peningkatan keterampilan, pengetahuan, serta sinergi lintas sektor, termasuk perangkat daerah, perbankan, dan Bank Indonesia.
Selain Plt Kabid PAD, Staf Ahli Bapenda Sulsel Dharmayani Mansyur juga hadir membawakanmateri. Hadi juga Kasubid PAD II Santi Faradiba dan Analis Keuangan Pusat dan Daerah Bapenda Sulsel Paryadi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi Sistem Pembayaran Non-Tunai atau Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dapat berjalan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia tercatat telah terlibat dalam 15 High Level Meeting TP2DD yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan digitalisasi daerah. Pendampingan yang dilakukan sejak 2022 tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan status digital pemerintah daerah di Sulsel.
Capaian tersebut tercermin dari meningkatnya nilai rata-rata Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD), naiknya skor minimal, serta semakin kecilnya kesenjangan capaian digital antar daerah di Sulawesi Selatan.(alim)
