MAKASSAR – Reputasi dan citra positif pemerintah sangatlah penting, citra positif ini dapat mengalami krisis tak terduga, termasuk akibat berita-berita yang tidak jelas kebenarannya (hoax). Untuk itu, Hubungan Masyarat (Humas) sangat dibutuhkan untuk memainkan peran dalam mengembalikan citra pemerintah.
Dalam situasi ini, humas perlu menyusun strategi komunikasi untuk menaggulangi rendahnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Meredam pemberitaan negatif yang terjadi terus menerus terhadap pemerintah dan tidak membiarkan opini masyarakat berlarut-larut oleh pemberitaan media dan segera memulihkan citra pemerintah.
Hal itu dikemukakan Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, H Tautoto Tanaranggina ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kehumasan Provinsi Sulawesi Selatan, mewakili Gubernur Sulsel di Hotel Maxone Makassar, Senin (25/6).
Rakor ini diikuti 124 humas dari kabupaten/kota, humas organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kalangan perbankan.
Ketua panitia pelaksana rakor, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Kaddafi menyampaikan, rakor sehari ini bertema, “Peran Humas sebagai Perekat Bangsa” yang dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Humas Melawan Hoax.
Tautoto yang juga Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, mengingatkan, dalam situasi menghadapi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sulsel, humas sebagai mitra paling dekat dengan media dapat mendorong media untuk menjaga keutuhan dan rasa memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Media memiliki peran memberikan kepercayaan politik, dengan konten pemberitaan regulasi, sistem opini dan berita terkait etika politik.
Dikatakan, untuk mendorong media menjadi pengawal pilkada yang baik, humas harus mampu bersahabat dengan media setiap saat memberikan informasi yang bernuansa netral dan tidak menunjukkan keberpihakan, sehingga media akan terbiasa menyajikan pemberitaan yang sejuk, berimbang untuk menciptakan suasana harmonis dalam masyarakat yang sedang berpesta untuk menetukan pemimpinnya untuk lima tahun kedepan.
Materi yang diberikan dalam rakor tersebut, yakni Presentase humas menyikapi Pilkada serentak dan melawan hoax, disampaikan Kolonel Inf, Drs Andi Suyuti,MM. Personal Branding oleh Fill Ardiansyah, Direktur BEDA Consulting. Menyiapkan PR Professional di era digital oleh Prita Kemal Gani, Founder Dan Direktur London School of PR yang juga mantan Ketua Umum Perhumas Indonesia 2011-2014.(MK Said)
