{"id":47794,"date":"2026-04-13T08:17:33","date_gmt":"2026-04-13T00:17:33","guid":{"rendered":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/?p=47794"},"modified":"2026-04-13T08:17:33","modified_gmt":"2026-04-13T00:17:33","slug":"pemprov-sulsel-salurkan-rp1048-triliun-ke-pemda-dari-pajak-kendaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/2026\/04\/13\/pemprov-sulsel-salurkan-rp1048-triliun-ke-pemda-dari-pajak-kendaraan\/","title":{"rendered":"Pemprov Sulsel Salurkan Rp1,048 triliun ke Pemda dari Pajak Kendaraan"},"content":{"rendered":"\n<p>Makassar &#8211; Tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 61 persen. Di saat yang sama, pertumbuhan kendaraan baru justru mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 31 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski menghadapi dua tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap mampu menyalurkan dana bagi hasil berupa opsen PKB dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), termasuk denda, dengan total mencapai sekitar Rp1,048 triliun kepada seluruh kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini menegaskan satu hal penting: kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak menjadi faktor kunci dalam menentukan besarnya dana yang kembali ke daerah. Pertumbuhan kendaraan baru memang meningkatkan potensi penerimaan, namun tidak akan optimal tanpa diiringi tingkat kepatuhan yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Opsen yang dibagikan bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Dana tersebut merupakan kontribusi nyata untuk pembangunan di kabupaten\/kota, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga program kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, pajak kendaraan yang dibayarkan masyarakat sejatinya kembali lagi ke daerah dalam bentuk pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi tingkat kepatuhan dan semakin besar pertumbuhan kendaraan baru, maka semakin besar pula dana opsen yang diterima daerah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Distribusi Opsen 2025: Makassar Tertinggi<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data tahun 2025, total opsen yang dibagikan kepada 24 kabupaten\/kota di Sulawesi Selatan mencapai Rp1,048 triliun, dengan total lebih dari 1,8 juta unit kendaraan tercatat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kota Makassar menjadi penerima opsen terbesar dengan nilai mencapai sekitar Rp393,8 miliar. Tingginya angka ini sejalan dengan jumlah kendaraan yang juga paling besar dibanding daerah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di posisi berikutnya terdapat Kabupaten Gowa dengan sekitar Rp90,7 miliar, disusul Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp57,5 miliar, serta Kabupaten Bone dengan Rp50,1 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa daerah lain juga mencatat penerimaan signifikan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kabupaten Maros: sekitar Rp45,6 miliar<\/li>\n\n\n\n<li>Kabupaten Wajo: sekitar Rp42,3 miliar<\/li>\n\n\n\n<li>Kabupaten Sidrap: sekitar Rp40,5 miliar<\/li>\n\n\n\n<li>Kabupaten Pinrang: sekitar Rp36 miliar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sementara itu, daerah dengan penerimaan relatif kecil antara lain Kepulauan Selayar yang memperoleh sekitar Rp3,6 miliar, disusul beberapa daerah lain dengan nilai di bawah Rp10 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan ini sangat dipengaruhi oleh jumlah kendaraan, tingkat kepatuhan wajib pajak, serta aktivitas ekonomi di masing-masing daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Data ini menunjukkan bahwa optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan jumlah kendaraan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kepatuhan meningkat, maka dampaknya akan langsung terasa pada besarnya dana yang kembali ke daerah. Sebaliknya, rendahnya kepatuhan akan membuat potensi penerimaan tidak tergarap maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan tren pertumbuhan kendaraan yang mulai pulih di awal 2026, peluang peningkatan pendapatan sebenarnya terbuka lebar. Namun, tanpa dukungan kepatuhan yang lebih tinggi, potensi tersebut tidak akan sepenuhnya terwujud.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, pajak kendaraan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun daerahnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daerah Penerima Opsen Terbesar hingga Terkecil<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol type=\"1\" start=\"1\">\n<li><strong>Makassar<\/strong> \u2014 Rp393.859.812.956<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gowa<\/strong> \u2014 Rp90.708.103.742<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Luwu Timur<\/strong> \u2014 Rp57.535.764.232<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bone<\/strong> \u2014 Rp50.144.999.671<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Maros<\/strong> \u2014 Rp45.681.185.500<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Wajo<\/strong> \u2014 Rp42.322.303.700<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sidrap<\/strong> \u2014 Rp40.577.915.245<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pinrang<\/strong> \u2014 Rp36.043.594.517<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bulukumba<\/strong> \u2014 Rp32.163.455.338<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Luwu<\/strong> \u2014 Rp31.460.038.845<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Parepare<\/strong> \u2014 Rp25.304.844.288<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Luwu Utara<\/strong> \u2014 Rp24.886.589.919<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pangkep<\/strong> \u2014 Rp23.315.995.792<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Palopo<\/strong> \u2014 Rp22.549.401.363<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Takalar<\/strong> \u2014 Rp20.182.213.138<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jeneponto<\/strong> \u2014 Rp19.942.027.473<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Soppeng<\/strong> \u2014 Rp17.736.525.276<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Toraja Utara<\/strong> \u2014 Rp15.288.683.750<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tana Toraja<\/strong> \u2014 Rp13.083.296.255<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Barru<\/strong> \u2014 Rp12.044.734.581<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sinjai<\/strong> \u2014 Rp10.694.833.476<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Enrekang<\/strong> \u2014 Rp9.824.559.048<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bantaeng<\/strong> \u2014 Rp9.602.084.084<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kepulauan Selayar<\/strong> \u2014 Rp3.657.985.109<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Catatan<\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Total opsen yang dibagikan mencapai <strong>Rp1,048 triliun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesenjangan antar daerah cukup besar, dipengaruhi oleh jumlah kendaraan, tingkat kepatuhan pajak, serta aktivitas ekonomi.<\/li>\n\n\n\n<li>Kota besar seperti Makassar mendominasi karena populasi kendaraan yang jauh lebih tinggi.(alim)<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makassar &#8211; Tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 61 persen. Di saat yang sama, pertumbuhan kendaraan baru justru mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 31 persen. Meski menghadapi dua tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap mampu menyalurkan dana bagi hasil berupa opsen PKB [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47749,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/kekek-768x437.jpg","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47794"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47794"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47794\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47796,"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47794\/revisions\/47796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapenda.sulselprov.go.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}